Assalamaualaikum
sahabat ku …
Ketemu
lagi diblog keduaku but blog pertamanya aku hapus, karena menurut aku ada banyak yang
perlu di perbaiki hehe, selamat membaca semoga ya mengisnpirasi :) ini adalah sedikit kisah ku...
Pada bulan September 2017 lalu ada sebuah informasi bahwa akan ada sebuah perlombaan yang diadakan di Bandung. Ketika aku ingin mengambil air wudhu untuk salat dhuha, aku bertemu dengan ibu guru, kemudian beliau mengatakan“ Oiya saya dapat informasi kalau ada perlombaan di Bandung, kemarin saya bilang keteman kamu Milea, kalau dia saya suruh ikut lomba pidato bahasa inggris, karena saya pikir bahasa inggrisnya cukup bagus”. Dalam hatiku, rasanya aku ingin sekali ikut perlombaan itu, tapi perlombaan itu tingkat Internasional, sementara kemampuan bahasa inggrisku masih begitu dasar.
Pada bulan September 2017 lalu ada sebuah informasi bahwa akan ada sebuah perlombaan yang diadakan di Bandung. Ketika aku ingin mengambil air wudhu untuk salat dhuha, aku bertemu dengan ibu guru, kemudian beliau mengatakan“ Oiya saya dapat informasi kalau ada perlombaan di Bandung, kemarin saya bilang keteman kamu Milea, kalau dia saya suruh ikut lomba pidato bahasa inggris, karena saya pikir bahasa inggrisnya cukup bagus”. Dalam hatiku, rasanya aku ingin sekali ikut perlombaan itu, tapi perlombaan itu tingkat Internasional, sementara kemampuan bahasa inggrisku masih begitu dasar.
Selesai
salat aku pergi menuju admisnistrasi sekolah untuk membayar SPP. Tidak lama
kemudian saat aku berjalan, guru bimbingan konseling memanggilku” Rifka! ke sini,
ada yang mau bapak bicarakan”. “ Baik pak. Waduh guru BK, ada apa ya ?” dalam
hatiku. ” Sebentar lagi ada perlombaan International Olympiad of Qur’an, Art and Technology di
Bandung, disitu ada perlombaan pidato bahasa inggris, kamu nanti ikut seleksi
ya bersama Edi dan Zaki soalnya si Milea mabuk perjalanan jauh, jadi tidak
bisa ikut”. “ Benar begitu pak? Baik, nanti saya akan mengikut seleksi pak ” ini
bukanya yang di bilang bu guru waktu wudhu tadi. Hatiku rasanya seperti berbunga-bunga
dan berharap lulus seleksi. “ seleksinya nanti siang ya, silahkan teksnya disiapkan
dan datang ke ruangan saya, jangan lupa bilang ke Edi dan Zaki“ kata pak
guru.
”
Baik pak” jawabku dengan perasaan senang. Aku langsung menuju ke asrama untuk
mengambil teks pidato yang aku punya, untuk persiapan seleksi. Aku kembali ke
kelas untuk melanjutkan mata pelajaran. Setelah selesai mata pelajaran, aku
memutuskan untuk mengambil surat dispensasi untuk mengikuti seleksi bersama Edi dan Zaki. Alhamdulillah aku masih ingat dengan naskah pidato yang pernah
aku pakai sebelumnya dalam sebuah perlombaan. Aku mempersiapkan diriku dengan baik, dan
gerakan tubuh saat berpidato.” Baiklah siang ini saya akan memilih salah satu
di antara kalian yang akan berangkat ke Bandung untuk megikuti lomba pidato
bahasa inggris” kata pak guru.
Satu
persatu dari kami berpidato dengan kemampuan dan gaya masing-masing. Aku
mendapat giliran terakhir. Saat giliranku tiba, aku mencoba untuk memaksimalkan
kemampuanku dalam berpidato. Aku sangat berharap aku bisa terpilih dalam
seleksi ini. Setelah selesai, pak guru langsung mengambil keputusan untuk
memilih salah satu diantara kami.
”
Setelah bapak melihat penampilan kalian. Semuanya bagus, memiliki gaya
penyampaian yang baik dengan kemampuanya masing masing, tapi bapak harus memilih salah satu di antara
kalian. Jadi, bapak memutuskan yang akan berangkat ke Bandung adalah Rifka” kata
pak guru.
Alhamdulillah
ya Allah akhirnya aku bisa berangkat, rasa senang ini tidak bisa dibendung. Sebelumnya
aku merasa kemampuanku tidak sebanding dengan temanku yang lebih pandai, tapi
keyakinan dan doaku selama ini Allah kabulkan. Persiapan menuju lomba aku
persiapkan dengan matang dalam waktu satu bulan, kali ini ada yang berbeda
dengan naskah pidatoku, karena terdapat persyaratan untuk mencantumkan ayat Alquran
didalamnya. Setelah aku mencari naskah yang sesuai dengan ketentuan, aku
bertanya pada guru bahasa inggrisku untuk mengoreksi naskah pidatoku.
Tidak
hanya itu, tapi aku juga meminta bantuan senior untuk mengoreksi gaya bicara, intonasi suara dalam berpidato.
Setiap hari, aku melakukan evaluasi apa saja yang harus aku perbaiki. Meminta
surat dispensasi untuk berlatih, hampir disetiap waktu luang aku selalu membaca
dan menghafal naskah. Aku pun bersama
sahabatku saling menyemangati, karena dia juga merupakan peserta yang akan
mengikuti perlombaan di Bandung. Sahabatku mengikuti perlombaan di bidang tahfidz
Alquran. Setelah sebulan dengan persiapan yang matang, tiba waktunya untuk
berangkat, tidak lupa aku meminta doa kepada orang tuaku memohon doa restu agar
selamat sampai tujuan dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Aku bersama
teman-teman yang lain memasuki bus.
Ketika di dalam bus aku saling bertatap muka
dengan sahabatku dan tersenyum, aku meminta temanku untuk mencubit pipiku “ aku
tidak mimpikan? Kita tidak mimpikan? Naik bus tanpa bayar dan mengikuti lomba
keluar provinsi Lampung” Ucapku senang
dan begitu gembira, karena ini adalah salah satu mimpi yang pernah aku tulis di
selembar kertas, dan bisa terwujud menjadi kenyataan.” Tidak, kamu tidak mimpi,
kita benar-benar akan berangkat ke Bandung” jawab sahabatku dengan perasaan
senang. Bus mulai berjalan, kami menikmati perjalanan dengan riang gembira.
Tidak terasa, setelah merasakan lamanya perjalanan, pukul 06.00 keesokan hari,
kami tiba di Bandung dan berhenti di masjid raya Bandung untuk bersiap berganti
pakaian dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi perlombaan.
Aku dan sahabatku berpisah karena kita berbeda
tempat. Pukul 10.00 aku tiba di tempat lokasi perlombaan, aku didampingi oleh
pak guru menuju ruangan. Jantungku berdegup kencang, rasa gugupku mulai
menjalar keseluruh tubuh, tapi aku harus bisa mengontrol, karena kesempatan
tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Setelah melihat selembar kertas yang
ada dipintu ruangan, aku mendapat nomor urut peserta 25. Aku mencoba
menenangkan diri dan terus membaca naskah pidato. Setelah melihat bebagai macam
gaya teman-teman peserta lain, sekarang giliranku untuk maju.
Tidak
lupa mengucap bismillah dan berdoa, aku maju ke podium dengan percaya diri. aku
melakukan kesalahan di awal mulai aku berpidato” oh tidak, apakah ini akan
fatal?” dalam hatiku. Aku mengucap artikulasi yang salah dalam memberi
penghormatan kepada juri, tapi aku mencoba untuk tetap percaya diri dan meneruskan
dengan baik. Alhamdulillah Allah berikan suara yang lumayan enak untuk didengar,
sehingga aku bisa melantunkan ayat Alquran dengan menggunakan nada. Juri
mendegarkan lantunan ayat yang aku bacakan dengan hikmat dan tersenyum.
”
Alhamdulillah kesalahanku di awal tidak terlalu dipedulikan” dalam hati, dengan
melanjutkan intonasi penegasan pada terjemahan ayat dan menutup pidato dengan
baik. Aku berpikir, apapun hasilnya aku sudah berusaha latihan dengan maksimal,
semoga hasilnya tidak mengecewakan. Setelah perlombaan selesai aku berkenalan
dengan teman-teman peserta lainya. Aku senang karena bisa bertemu teman-teman
dari berbagai Negara dan provinsi, ada yang berasal dari Vietnam, Malaysa,
Aceh, Malang, Papua, Kudus dan masih banyak lagi.
Aku
bersyukur bisa mendapat pengalaman yang sangat berharga. Setelah itu aku bersama rombongan dan guru
pendamping melaksanakan shalat dzuhur dan makan siang. Kemudian kami bersih-bersih
dan beristirahat. Tidak terasa matahari mulai terbenam, aku bersama rombongan
melaksanakan salat isya dan bersenda gurau bersama. Kemudian dilanjutkan salat
isya. Pukul 20.00 kami bersiap untuk mendengarkan pengumuman kejuaraan. Perlombaan
ini terdapat tujuh mendali emas, tujuh mendali perak dan tujuh mendali
perunggu. Aku hanya berdoa dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik.
Pengumuman
dimulai dari perlombaan cabang kaligrafi, saat disebutkan Alhamdulillah nama
temanku disebut menjadi pemenang dan meraih mendali perak. Setelah dilanjutkan
dengan pengumuman cabang pidato bahasa arab, rombongan kembali bersorak karena
mendapatkan kembali mendali perak. Aku bahagia teman-temanku berhasil membuat bangga
dan harum nama sekolah. Akupun menunggu dengan harap cemas bagaimana dengan
hasilku. Selanjutnya pengumuman cabang pidato bahasa inggris, ketika di
sebutkan mulai dari mendali perunggu, namaku tidak di sebut.
Aku sedih dan berharap cemas, dilanjutkan
dengan mendali perak urutan ke tujuh namaku juga tidak di sebut. Semua teman-temanku
berusaha menenangkanku dan mengucap ” yang sabar ya, mungkin sebentar lagi
namamu akan dipanggil”. Berusaha menghibur diriku, kemudian dilanjutkan
pengumuman mendali emas dari urutan ke tujuh namaku pun tidak juga di sebutkan,
sampai pada akhirnya kakak panitia mengumumkan mendali emas dengan nomer urut
dua diraih oleh Rifka Nida Annisa. Ya Allah berlinang air mata ini, aku tidak
menyangka bahwa aku bisa, Alhamdulillah aku ucapkan, rasa syukur yang tidak
berhenti terucap dari mulut ini.
Teman –temanku semua bersorak dan mengucapkan”
Selamat rifka, kamu berhasil” aku senang bercampur rasa terharu. Pak guru
kemudian mengambil kamera dan memintaku tersenyum untuk mengambil gambar
dokumentasi. Malam yang indah bercampur rasa bahagia dan terharu ketika panitia
mengalungkan sebuah mendali di leher kami. Setelah itu aku bersama rombongan
berfoto bersama. Aku dan teman-temanku
langsung menhubungi kedua orang tua kami masing-masing dengan penuh rasa
bahagia. Kami mengambil foto bersama dengan penuh ceria sebelum keesokan harinya kami pulang.
Pagi
hari yang cerah aku bersama rombongan berkemas-kemas pulang dan tidak lupa
membawa oleh-oleh. Ketika perjalanan pulang, aku tiba-tiba merenung, aku tidak menyangka bahwa aku akan
membawa pulang mendali emas ini. Aku pikir aku sedang bermimpi, ternyata aku memang
sedang bermimpi, tapi bukan dalam tidur, melainkan bermimpi dan mewujudkanya
menjadi sebuah kenyataan. Aku merasa, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika
kita mau berusaha, meski awalnya kemampuan kita tidak dipercaya, tapi jika kita
memiliki kemauan, tekat yang kuat, sesulit apapun akan bisa kita lewati.
Dulu aku hanya bermimpi, menulis dan berpikir
bahwa yang aku tulis pada selembar kertas hanyalah sekedar tulisan dan imajinasi
semata, tapi ternyata tidak. Sekarang aku tahu
bahwa yang kita tulis itu adalah sebuah doa, dan target yang harus di
capai melalui sebuah usaha.cerita ini ga bermaksut ria ataupun sombong ya bat.. hanya sedikit share pengalaman.. semoga bermanfaat :)
kalo ada masukan dan kritik bisa isi di kolom komentar ya bat ... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar